-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Hampir Sempurna, Penerima Manfaat Capai 55 Juta Jiwa

Selasa, 06 Januari 2026 | 20.45 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-06T13:45:07Z
Presiden Prabowo Subianto 

Banyuasin Pos – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan keyakinannya bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sangat efektif dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,99 persen. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan awal tahun dalam agenda retret di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).


Menurut Prabowo, capaian tersebut patut disyukuri, namun pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri. Ia menegaskan bahwa target ideal dari program berskala nasional ini adalah nihil kesalahan, mengingat menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak. “Keberhasilan hampir menyeluruh ini harus terus kita perbaiki agar tidak ada satu pun penerima manfaat yang dirugikan,” ujarnya.


Presiden juga secara terbuka mengakui masih adanya kekurangan maupun potensi penyimpangan dalam pelaksanaan MBG. Namun, ia menilai hal tersebut wajar dalam program besar yang melibatkan jutaan orang dan berbagai wilayah. Pemerintah, kata Prabowo, terus melakukan pengawasan berlapis serta intervensi langsung untuk menutup celah persoalan yang muncul di lapangan.


Sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat. Angka ini dinilai sangat signifikan jika dibandingkan dengan program serupa di negara lain. Prabowo mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk mencapai 40 juta penerima.


Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa latar belakang utama digulirkannya MBG adalah kondisi gizi anak Indonesia yang masih memprihatinkan. Data menunjukkan, satu dari lima anak Indonesia mengalami kekurangan gizi, sementara jutaan anak lainnya berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Situasi tersebut berkontribusi terhadap masalah malanutrisi dan stunting yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan daya tahan tubuh anak.


Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali mengingat pesan Presiden pertama RI, Soekarno, tentang urgensi mengatasi kelaparan. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh menunda pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. “Perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang memiliki tanggung jawab dan kepedulian harus bekerja keras untuk menghapus kelaparan dan kemiskinan,” tegasnya (***) 

×
Berita Terbaru Update