-->

Notification

×

Iklan

Iklan

BGN Hentikan Paket MBG Saat Libur Sekolah, Distribusi Kini Hanya Lima Hari

Jumat, 29 Mei 2026 | 06.45 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-28T23:45:00Z
Infografis Banyuasin Pos 

Banyuasin Pos — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan pembagian paket makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk hari libur sekolah. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian pola distribusi agar pelaksanaan program dinilai lebih efektif dan efisien.


Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa sebelumnya siswa tetap menerima paket makanan untuk hari libur melalui sistem bundling atau pembagian lebih awal. Misalnya, jika sekolah libur pada Rabu dan Kamis, maka paket makanan untuk dua hari tersebut dibagikan pada Selasa.


Namun skema itu kini tidak lagi diterapkan. 


“Kalau sebelumnya ada bundling untuk hari libur, sekarang pola itu sudah dihentikan,” ujar Sony dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).


Menurut dia, perubahan tersebut dilakukan agar distribusi makanan dalam program MBG lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan dalam pelaksanaannya. Meski ada penyesuaian pola distribusi, BGN memastikan tidak ada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima para siswa.


BGN juga mengubah pola distribusi MBG dari sebelumnya enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Langkah itu disebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang saat ini sedang dijalankan.


Sony menegaskan, konsep utama program MBG memang diperuntukkan bagi siswa ketika berada di lingkungan sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Karena itu, saat sekolah libur atau siswa tidak berada di sekolah, bantuan makanan tidak lagi diberikan.


“MBG diberikan ketika siswa berada di sekolah. Jadi kalau libur atau ada kegiatan di luar sekolah, distribusi tidak dilakukan,” katanya.


Kebijakan baru tersebut memunculkan beragam tanggapan di masyarakat. Sebagian menilai langkah efisiensi memang diperlukan agar anggaran negara lebih terkontrol, namun ada pula yang berharap kebutuhan gizi anak tetap menjadi perhatian utama, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang selama ini cukup terbantu dengan program tersebut.


BGN sendiri memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG akan terus dilakukan agar distribusi bantuan tetap berjalan optimal dan sesuai kebutuhan di lapangan (***) 

×
Berita Terbaru Update