-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Belajar Mudah Aksara Jawi (20) | Membaca dan Menulis Peribahasa Melayu dalam Aksara Jawi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-11T07:00:00Z

Belajar Mudah Aksara Jawi (20) | Membaca dan Menulis Peribahasa Melayu dalam Aksara Jawi


Dalam kehidupan masyarakat Melayu, bahasa bukan sekadar alat untuk berbicara. Bahasa juga menjadi sarana untuk menyampaikan pengalaman hidup, nasihat, nilai-nilai moral, dan kebijaksanaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu bentuk warisan kebijaksanaan tersebut adalah peribahasa.


Peribahasa telah hidup dalam masyarakat Melayu sejak ratusan tahun lalu. Ia digunakan dalam percakapan sehari-hari, pidato adat, karya sastra, surat-menyurat, hingga dalam proses pendidikan. Banyak orang tua dahulu mengajarkan nilai kehidupan kepada anak-anaknya melalui peribahasa yang singkat, tetapi sarat makna.


Karena sebagian besar karya sastra Melayu lama ditulis dalam aksara Jawi, maka belajar membaca dan menulis peribahasa dalam Jawi menjadi salah satu cara yang menarik untuk mendekatkan diri kepada warisan budaya Melayu.


Apa Itu Peribahasa?

Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat pendek yang mengandung makna kiasan, nasihat, atau pelajaran hidup.


Peribahasa biasanya tidak dimaknai secara harfiah, melainkan dipahami berdasarkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Contohnya:

Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.


Peribahasa ini tidak berbicara tentang bukit yang sesungguhnya, melainkan mengajarkan bahwa usaha kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat menghasilkan sesuatu yang besar.


Peribahasa dalam Kehidupan Melayu

Masyarakat Melayu dikenal sebagai masyarakat yang gemar menggunakan bahasa yang halus dan penuh kiasan.

Daripada menegur seseorang secara langsung, orang Melayu sering menggunakan peribahasa.

Misalnya, untuk mengingatkan agar tidak sombong, digunakan peribahasa:

Ikut resmi padi, semakin berisi semakin tunduk.

Nasihat tersebut disampaikan dengan lembut, tetapi maknanya sangat dalam.


Membaca Peribahasa dalam Jawi

Mari kita mulai dengan beberapa peribahasa Melayu yang terkenal.

ايكوت رسمي ڤادي، سمكين برايسي سمكين توندوق

Ikut resmi padi, semakin berisi semakin tunduk.

Makna:

Orang yang berilmu dan memiliki banyak kelebihan seharusnya semakin rendah hati.

سديکيت-سديکيت، لاما-لاما منجادي بوکيت

Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Makna:

Usaha kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan menghasilkan sesuatu yang besar.


برات ساما دڤيكول، ريڠن ساما دجينجيڠ

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Makna:

Segala pekerjaan dan tanggung jawab sebaiknya dilakukan secara bersama-sama.


Menulis Peribahasa dalam Aksara Jawi

Menulis peribahasa sebenarnya tidak berbeda dengan menulis kalimat biasa.

Kita tetap menggunakan:

  • Huruf Jawi yang telah dipelajari.

  • Huruf vokal yang sesuai.

  • Tanda baca jika diperlukan.

Contoh:

Air tenang menghanyutkan

Ditulis:

اير تڠڠ مڠهاڽوتکن

Peribahasa ini mengajarkan bahwa seseorang yang tampak pendiam belum tentu tidak memiliki kemampuan yang besar.


Mengapa Peribahasa Penting?

Peribahasa adalah ringkasan pengalaman hidup yang telah diuji oleh waktu.


Dalam beberapa kata saja, peribahasa mampu menyampaikan pelajaran yang mungkin membutuhkan banyak paragraf untuk menjelaskannya.


Karena itu, peribahasa sering disebut sebagai "gudang kebijaksanaan" masyarakat Melayu.


Melalui peribahasa, kita dapat memahami bagaimana orang Melayu memandang kehidupan, hubungan sosial, kerja keras, pendidikan, dan adab.


Peribahasa dan Pendidikan Karakter

Banyak nilai yang diajarkan melalui peribahasa.

Misalnya:

ملاو دالاڠن، جڠن سمڤاي جاتوه

(Misal peribahasa lokal yang mengajarkan kehati-hatian.)


Atau:

جڠن منيبور اير ددالم تالو، کلق منيمڤه ککاکي سنديري

Jangan menabur air di dalam talam, kelak menimpa ke kaki sendiri.


Maknanya:

Jangan berbuat buruk kepada orang lain karena akibatnya dapat kembali kepada diri sendiri.


Peribahasa seperti ini mengajarkan tanggung jawab dan kehati-hatian dalam bertindak.


Peribahasa dalam Naskah Melayu Lama

Jika kita membaca hikayat, syair, atau surat-surat Melayu lama, kita akan menemukan banyak peribahasa yang ditulis dalam aksara Jawi. 


Para ulama, pujangga, dan pemimpin Melayu sering menggunakan peribahasa untuk memperkuat pesan yang mereka sampaikan.


Karena itu, kemampuan membaca peribahasa dalam Jawi akan membantu kita memahami naskah-naskah klasik dengan lebih baik.


Belajar Jawi Melalui Peribahasa

Salah satu cara yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Jawi adalah dengan menghafal satu peribahasa setiap minggu.

Metode ini memiliki dua manfaat sekaligus:

  1. Menambah kemampuan membaca aksara Jawi.

  2. Memperkaya pemahaman terhadap nilai-nilai budaya Melayu.

Dengan demikian, belajar Jawi tidak hanya melatih kemampuan membaca huruf, tetapi juga memperluas wawasan budaya dan kearifan lokal.


Latihan Membaca

Bacalah peribahasa berikut:

  1. سديکيت-سديکيت، لاما-لاما منجادي بوکيت

  2. برات ساما دڤيكول، ريڠن ساما دجينجيڠ

  3. اير تڠڠ مڠهاڽوتکن

  4. ايكوت رسمي ڤادي، سمكين برايسي سمكين توندوق


Latihan Menulis

Tulislah ke dalam aksara Jawi:

  1. Air tenang menghanyutkan.

  2. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.

  3. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

  4. Ikut resmi padi, semakin berisi semakin tunduk.


Kosakata Jawi Hari Ini

JawiLatin
ڤريبهاسPeribahasa
نصيحتNasihat
بوديBudi
حكمهHikmah
كبيجقسانKebijaksanaan


Tahukah Anda?

Dalam tradisi Melayu klasik, seseorang yang pandai menggunakan peribahasa sering dianggap memiliki keluasan pengalaman hidup dan kecakapan berbahasa. Karena itu, peribahasa menjadi bagian penting dalam pendidikan adab dan budaya Melayu sejak dahulu.


Rangkuman

  1. Peribahasa merupakan warisan kebijaksanaan masyarakat Melayu.

  2. Banyak peribahasa Melayu ditulis dan diwariskan melalui aksara Jawi.

  3. Peribahasa mengandung nasihat, hikmah, dan pelajaran hidup.

  4. Membaca peribahasa dalam Jawi membantu meningkatkan kemampuan membaca aksara Jawi.

  5. Peribahasa juga memperkaya pemahaman terhadap budaya dan nilai-nilai Melayu.

  6. Belajar Jawi melalui peribahasa merupakan cara yang menyenangkan dan bermanfaat.


Pada artikel berikutnya, kita akan mempelajari cara membaca dan menulis syair Melayu dalam aksara Jawi, salah satu bentuk sastra klasik yang sangat populer dalam tradisi literasi Melayu (bersambung) 

×
Berita Terbaru Update