-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Optimistis Produksi Padi dan Jagung Banyuasin Terus Meningkat, Petani Diminta Waspadai Serangan Tikus

Jumat, 10 Juli 2026 | 10.13 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T03:13:27Z
Infografis Bupati Optimistis Produksi Padi dan Jagung Banyuasin Terus Meningkat, Petani Diminta Waspadai Serangan Tikus

BANYUASIN POS – Upaya mempertahankan posisi Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu lumbung pangan nasional terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Hal itu terlihat saat Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH turun langsung mengikuti Panen Raya padi Indeks Pertanaman (IP) 200 di Desa Tirta Raharja serta meninjau pertanaman jagung IP 300 di Desa Rejosari, Kecamatan Muara Sugihan, Kamis (9/7/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Askolani menyampaikan optimisme terhadap hasil panen padi tahun ini. Meski sebagian lahan sempat terdampak serangan hama tikus, ia memperkirakan produktivitas panen masih berada pada kisaran tiga hingga empat ton.


Menurutnya, percepatan panen menjadi langkah penting agar hasil pertanian tidak semakin banyak mengalami kerusakan akibat serangan hama. Ia juga mengingatkan pentingnya keseragaman jadwal tanam antarpetani agar perkembangan populasi tikus dapat ditekan.


"Mudah-mudahan seluruh hasil panen hari ini bisa terselamatkan. Ke depan, pola tanam yang serempak perlu diterapkan sehingga serangan hama tikus dapat diminimalkan," ujar Askolani.


Bupati juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini produksi padi Kabupaten Banyuasin telah mencapai sekitar 1.044.000 ton. Capaian tersebut diharapkan masih dapat meningkat seiring berlangsungnya musim panen di berbagai kecamatan.


Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah petani bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial, tetapi juga untuk memberikan motivasi, mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi petani, sekaligus mencari solusi agar produktivitas pertanian terus meningkat.


Selain memantau panen padi, Askolani turut melihat perkembangan tanaman jagung IP 300 yang saat ini mulai banyak dibudidayakan petani di Muara Sugihan. Ia menilai pemanfaatan musim kemarau untuk menanam jagung merupakan pilihan yang tepat karena tanaman tersebut membutuhkan kondisi lahan yang relatif kering.


Ia menjelaskan, apabila jagung ditanam saat curah hujan tinggi, risiko pembusukan tanaman akan lebih besar sehingga dapat menurunkan hasil panen.


Askolani pun meyakini pengalaman para petani Banyuasin dalam membaca pola musim menjadi modal utama untuk menjaga keberhasilan sektor pertanian. Dengan menentukan waktu tanam yang tepat antara padi dan jagung, ia optimistis kualitas hasil panen maupun produktivitas pertanian di Kabupaten Banyuasin akan terus mengalami peningkatan.


Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani dapat terus diperkuat sehingga target peningkatan produksi pangan daerah dapat tercapai sekaligus memperkokoh peran Banyuasin sebagai salah satu sentra pangan utama di Sumatera Selatan (***) 

×
Berita Terbaru Update