-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Belajar Mudah Aksara Jawi (18) |Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menulis Aksara Jawi

Kamis, 09 Juli 2026 | 14.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-09T07:00:00Z
Belajar Mudah Aksara Jawi (18) |Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menulis Aksara Jawi

Setelah mempelajari huruf-huruf Jawi, cara  membaca kata, menulis kalimat, memahami tanda baca, hingga mengenal perbedaan ejaan tradisional dan modern, kini saatnya kita membahas sesuatu yang sangat dekat dengan proses belajar, yaitu kesalahan.


Banyak orang merasa kecewa ketika menemukan kesalahan dalam tulisannya. Padahal, dalam proses belajar apa pun, kesalahan adalah hal yang wajar. Bahkan, sering kali kesalahan justru menjadi guru terbaik yang membantu kita memahami sesuatu dengan lebih baik.


Belajar aksara Jawi juga demikian. Hampir semua orang yang baru belajar pernah salah menulis huruf, keliru memilih vokal, atau tertukar antara satu huruf dengan huruf lainnya. Hal itu bukan tanda kegagalan, melainkan bagian alami dari perjalanan belajar.


Pada artikel ini, kita akan mengenal beberapa kesalahan yang paling sering terjadi dalam penulisan Jawi serta cara menghindarinya.


Kesalahan Pertama: Tertukar antara Huruf yang Mirip

Salah satu tantangan terbesar bagi pemula adalah membedakan huruf-huruf yang bentuknya hampir sama.

Contohnya:

HurufBunyi
بBa
تTa
ثTsa

Ketiga huruf tersebut memiliki bentuk dasar yang serupa. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah dan posisi titik.

Begitu pula dengan:

HurufBunyi
جJim
حHa
خKha

Kesalahan dalam menempatkan titik dapat mengubah bunyi dan makna sebuah kata.

Cara Menghindarinya

  • Perhatikan jumlah titik dengan cermat.

  • Latih menulis huruf berulang-ulang.

  • Biasakan membaca kata secara utuh, bukan hanya melihat bentuk hurufnya.


Kesalahan Kedua: Salah Menggunakan Huruf Vokal

Sebagaimana telah dipelajari sebelumnya, huruf vokal dalam Jawi umumnya menggunakan:

  • ا (Alif)

  • و (Wau)

  • ي (Ya)

Pemula sering bingung menentukan kapan menggunakan Wau atau Ya.

Misalnya:

بوكو (buku)

Kadang ditulis salah karena lupa menggunakan huruf Wau.

Akibatnya, pembaca menjadi kesulitan memahami kata tersebut.

Cara Menghindarinya

  • Perhatikan bunyi vokal dalam kata.

  • Bacalah kata dengan suara pelan sebelum menuliskannya.

  • Biasakan menghafal pola kata yang sering digunakan.


Kesalahan Ketiga: Lupa Huruf Tambahan Jawi

Bahasa Melayu memiliki beberapa bunyi yang tidak terdapat dalam bahasa Arab.

Karena itu digunakan huruf tambahan seperti:

  • چ = ca

  • ڤ = pa

  • ݢ = ga

  • ڠ = nga

  • ڽ = nya

Pemula kadang mengganti huruf-huruf tersebut dengan huruf Arab yang mirip.

Contohnya:

Menulis bunyi "pa" menggunakan ف (fa).

Padahal yang benar adalah:

ڤ

Cara Menghindarinya

Ingat bahwa bahasa Melayu memiliki kebutuhan bunyi yang berbeda dengan bahasa Arab.

Gunakan huruf tambahan Jawi ketika diperlukan.


Kesalahan Keempat: Salah Menyambung Huruf

Tidak semua huruf dalam Jawi dapat menyambung ke huruf berikutnya.

Huruf seperti:

  • ا

  • د

  • ذ

  • ر

  • ز

  • و

merupakan huruf pemutus sambungan.

Pemula sering mencoba menyambungkannya secara paksa sehingga bentuk kata menjadi tidak tepat.

Cara Menghindarinya

Hafalkan enam huruf pemutus sambungan tersebut.

Semakin sering membaca, semakin mudah mengenali pola sambungan huruf.


Kesalahan Kelima: Menulis Terbalik

Karena terbiasa membaca huruf Latin dari kiri ke kanan, sebagian pemula kadang tanpa sadar menulis Jawi ke arah yang salah.

Padahal aksara Jawi ditulis dari:

kanan ke kiri

Kesalahan ini sangat umum terjadi pada tahap awal.

Cara Menghindarinya

Biasakan memulai tulisan dari sisi kanan halaman.

Lakukan latihan menyalin kata dan kalimat sederhana secara rutin.


Kesalahan Keenam: Mengabaikan Tanda Baca

Ada pula pemula yang fokus pada huruf tetapi melupakan tanda baca.

Padahal tanda baca membantu pembaca memahami isi tulisan.

Contoh:

  • Titik (.)

  • Koma (,)

  • Tanda tanya (؟)

  • Tanda seru (!)

Tanpa tanda baca, sebuah kalimat dapat menjadi membingungkan.

Cara Menghindarinya

Gunakan tanda baca sebagaimana ketika menulis dalam huruf Latin.


Kesalahan Ketujuh: Terlalu Takut Salah

Ini mungkin kesalahan yang paling sering terjadi


Banyak orang sebenarnya sudah memahami dasar-dasar Jawi, tetapi enggan menulis karena takut melakukan kesalahan.


Akibatnya, kemampuan mereka berkembang lebih lambat.


Padahal tidak ada penulis yang langsung sempurna sejak awal.


Semua orang belajar melalui proses mencoba, memperbaiki, dan mencoba kembali.


Jadikan Kesalahan sebagai Guru

Ketika menemukan kesalahan dalam tulisan Jawi, jangan langsung merasa putus asa.


Sebaliknya, jadikan kesalahan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar.


Sering kali satu kesalahan yang diperbaiki akan membuat kita lebih mengingat pelajaran dibandingkan sepuluh teori yang hanya dibaca sekilas.


Dalam tradisi pendidikan Melayu, belajar dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran. Tidak ada tuntutan untuk langsung mahir. Yang terpenting adalah terus berlatih dan tidak berhenti belajar.


Latihan Membaca

Perhatikan kata-kata berikut dan identifikasi huruf-huruf tambahannya:

  1. ڤادي

  2. چاري

  3. ݢورو

  4. اورڠ

  5. ڽاموق


Latihan Menulis

Tulislah dalam aksara Jawi:

  1. Padi

  2. Cari

  3. Guru

  4. Orang

  5. Nyamuk

Periksa kembali apakah huruf tambahan dan vokalnya sudah benar.


Kosakata Jawi Hari Ini

JawiLatin
سالهSalah
ڤربايقيPerbaiki
بلاجرBelajar
لاتيهنLatihan
برهاسيلBerhasil


Tahukah Anda?

Para penyalin manuskrip Melayu pada masa lalu juga tidak luput dari kesalahan. Dalam beberapa naskah kuno, para peneliti masih menemukan koreksi, coretan, dan perbaikan yang dibuat langsung oleh penulis atau penyalinnya. Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar dan memperbaiki kesalahan telah menjadi bagian dari tradisi literasi Melayu sejak dahulu.


Rangkuman

  1. Kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar aksara Jawi.

  2. Huruf yang mirip sering menjadi sumber kekeliruan bagi pemula.

  3. Penggunaan vokal dan huruf tambahan Jawi perlu mendapat perhatian khusus.

  4. Tidak semua huruf dapat disambung.

  5. Aksara Jawi ditulis dari kanan ke kiri.

  6. Tanda baca tetap penting dalam penulisan Jawi.

  7. Jangan takut salah, karena latihan yang konsisten adalah kunci keberhasilan.


Pada artikel berikutnya, kita akan mempelajari pedoman transliterasi dari huruf Latin ke aksara Jawi, sehingga pembaca dapat mengubah kata dan kalimat berhuruf Latin menjadi tulisan Jawi secara lebih sistematis dan akurat (bersambung) 

×
Berita Terbaru Update