-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Remehkan Asam Kandis! Buah Tradisional Ini Ternyata Rahasia Lezat Masakan Melayu

Senin, 22 Juni 2026 | 08.43 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-22T01:43:48Z
Infografis Banyuasin Pos 

Di tengah gempuran bumbu instan dan penyedap rasa modern, asam kandis tetap menjadi salah satu bahan dapur tradisional yang tidak tergantikan. Bagi masyarakat Melayu di Sumatera, termasuk Banyuasin dan Sumatera Selatan, asam kandis bukan sekadar pemberi rasa asam, melainkan bagian dari warisan kuliner yang telah digunakan secara turun-temurun. 


Asam kandis berasal dari pohon tropis yang dikenal dengan nama ilmiah Garcinia xanthochymus. Pohon ini dapat tumbuh cukup besar dan menghasilkan buah berwarna kuning ketika matang. Buah tersebut kemudian diolah dan dikeringkan hingga berwarna kehitaman. Dalam bentuk inilah asam kandis biasanya dijual dan digunakan sebagai bumbu masakan.


Keistimewaan asam kandis terletak pada rasa asamnya yang khas. Berbeda dengan asam jawa yang cenderung tajam, asam kandis menghasilkan rasa asam yang lebih lembut dan menyatu dengan bumbu lainnya. Karena itulah bahan ini sering menjadi pilihan utama dalam berbagai masakan tradisional Melayu dan Minangkabau.


Di dapur masyarakat Sumatera, asam kandis hampir selalu hadir dalam berbagai hidangan berkuah. Gulai ikan, pindang, asam pedas, hingga rendang sering menggunakan asam kandis untuk memperkaya cita rasa. Selain memberikan sensasi segar, asam kandis juga membantu mengurangi aroma amis pada ikan dan daging.


Bagi masyarakat Banyuasin yang hidup berdampingan dengan sungai dan hasil perairan, asam kandis memiliki peran penting dalam berbagai olahan ikan. Pindang ikan sungai yang menggunakan asam kandis menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam yang begitu menggugah selera. Tidak heran jika bahan ini menjadi salah satu bumbu wajib dalam banyak resep tradisional.


Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, asam kandis juga menarik perhatian para peneliti. Buah ini diketahui mengandung berbagai senyawa alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Kandungan asam organik dan antioksidan di dalamnya menjadi alasan mengapa asam kandis terus diteliti untuk berbagai keperluan.


Lebih dari sekadar bahan makanan, asam kandis merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Melayu. Kehadirannya dalam berbagai hidangan tradisional mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar. Dari dapur sederhana hingga acara kenduri besar, asam kandis selalu memiliki tempat tersendiri.


Di era modern saat ini, ketika masyarakat mulai kembali menghargai bahan-bahan alami, asam kandis semakin layak mendapatkan perhatian. Buah tradisional ini bukan hanya menghadirkan rasa yang khas, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang penting untuk dilestarikan. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan kekayaan rasa dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.


Asam kandis membuktikan bahwa kekayaan kuliner Nusantara sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana. Meski tidak sepopuler bumbu modern, perannya dalam menciptakan cita rasa autentik masakan Melayu tetap tidak tergantikan hingga hari ini (***) 

×
Berita Terbaru Update