![]() |
| Infografis Banyuasin Pos |
BANYUASIN POS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data yang ditampilkan platform TradingView hingga sore hari, Rabu, kurs USD/IDR berada di level Rp17.730 per dolar AS, naik sekitar 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Data menunjukkan posisi penutupan sebelumnya berada di angka Rp17.715 per dolar AS, sementara sepanjang perdagangan hari ini nilai tukar bergerak dalam rentang Rp17.715 hingga Rp17.745 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menandakan dolar AS masih mempertahankan penguatannya terhadap rupiah. Meski kenaikannya relatif tipis, kondisi ini tetap menjadi perhatian pelaku usaha dan masyarakat karena berpotensi memengaruhi harga berbagai kebutuhan yang bergantung pada impor.
Pengamat ekonomi menilai fluktuasi nilai tukar merupakan hal yang lazim terjadi di pasar keuangan. Namun, jika tren pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang, dampaknya dapat dirasakan pada biaya produksi industri, harga bahan baku, hingga harga barang konsumsi tertentu.
Bagi masyarakat, pelemahan rupiah biasanya paling terasa pada kenaikan harga produk elektronik impor, kebutuhan industri, hingga biaya perjalanan ke luar negeri. Sementara bagi eksportir, penguatan dolar justru dapat memberikan keuntungan karena nilai penerimaan ekspor menjadi lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.
Grafik perdagangan harian menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Setelah sempat menyentuh level tertinggi sekitar Rp17.745 per dolar AS pada siang hari, kurs kemudian bergerak turun dan stabil di kisaran Rp17.730 hingga menjelang penutupan sesi perdagangan.
Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan berbagai sentimen ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan (***)
