![]() |
| Infografis Banyuasin Pos |
Di tengah beragam kuliner tradisional Sumatera Selatan, Martabak Shanghai menjadi salah satu sajian yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Makanan ini tidak hanya populer di Kota Palembang, tetapi juga dikenal dan dinikmati oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Banyuasin.
Sekilas, Martabak Shanghai tampak berbeda dari martabak yang umum dijumpai. Bentuknya lebih tebal dengan tekstur kulit yang lembut di bagian luar dan isian yang padat serta gurih di bagian dalam. Perpaduan rasa tersebut menjadikannya camilan sekaligus hidangan yang mengenyangkan.
Keunikan Martabak Shanghai terletak pada isiannya yang biasanya terdiri atas kentang, wortel, daun bawang, serta bumbu-bumbu sederhana yang ditumis hingga harum. Isian tersebut kemudian dibungkus dengan adonan tepung yang gurih sebelum digoreng hingga berwarna kuning keemasan. Saat masih hangat, aroma yang keluar dari martabak ini mampu menggugah selera siapa saja yang menciumnya.
Bagi masyarakat Sumatera Selatan, Martabak Shanghai bukan sekadar makanan. Kuliner ini sering hadir dalam berbagai suasana, mulai dari santapan keluarga di rumah hingga sajian pada acara-acara tertentu. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut membuat makanan ini disukai oleh berbagai kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Membuat Martabak Shanghai sebenarnya tidak terlalu sulit. Bahan-bahannya pun mudah ditemukan di pasar tradisional maupun warung terdekat. Untuk isiannya dapat digunakan kentang yang dipotong dadu kecil, wortel cincang, dan daun bawang yang ditumis bersama bawang merah serta bawang putih hingga matang. Sementara itu, kulit martabak dibuat dari campuran tepung terigu, telur, santan, garam, dan sedikit gula agar menghasilkan cita rasa yang seimbang.
Setelah adonan dan isian siap, keduanya dipadukan lalu digoreng hingga matang sempurna. Hasilnya adalah martabak dengan warna kuning keemasan yang menggoda, renyah tipis di bagian luar namun tetap lembut dan padat di bagian dalam.
Di Banyuasin, kuliner tradisional seperti Martabak Shanghai menjadi bagian dari kekayaan gastronomi yang patut dilestarikan. Kehadirannya mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan kuliner daerah di tengah maraknya makanan modern yang terus bermunculan.
Tak heran jika hingga kini Martabak Shanghai tetap menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat Sumatera Selatan. Kesederhanaan bahan, kelezatan rasa, dan nilai tradisi yang melekat menjadikan kuliner ini selalu dirindukan dari generasi ke generasi (***)
