![]() |
| Infografis pergerakan dolar AS terhadap IDR |
BANYUASIN POS – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan sore hari, Rabu (3 Juni 2026). Berdasarkan data pasangan mata uang USD/IDR yang ditampilkan platform TradingView, dolar Amerika Serikat (AS) diperdagangkan di level Rp17.943 per dolar AS pada pukul 15.34 WIB (GMT+7).
Angka tersebut menunjukkan penguatan dolar AS sebesar 85 poin atau sekitar 0,48 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada sesi sebelumnya, kurs USD/IDR tercatat berada di level Rp17.858 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar sepanjang hari memperlihatkan tren kenaikan yang cukup konsisten. Setelah dibuka di level Rp17.858 per dolar AS, kurs bergerak naik hingga menyentuh kisaran tertinggi harian Rp17.945 per dolar AS sebelum sedikit terkoreksi dan bertahan di sekitar Rp17.943 per dolar AS menjelang penutupan sesi sore.
Data juga menunjukkan bahwa dalam rentang satu bulan terakhir, pasangan USD/IDR telah menguat sekitar 4,08 persen. Sementara dalam periode enam bulan, penguatan dolar AS terhadap rupiah mencapai 7,82 persen. Secara year-to-date atau sejak awal tahun, dolar AS masih mencatat kenaikan sekitar 7,35 persen.
Bagi pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor, penguatan dolar AS biasanya menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan biaya produksi. Sebaliknya, sektor yang berorientasi ekspor dapat memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah karena nilai penerimaan dalam dolar menjadi lebih tinggi saat dikonversi ke mata uang domestik.
Pergerakan kurs juga menjadi salah satu indikator yang terus dipantau investor dan masyarakat karena berpengaruh terhadap harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga kondisi perekonomian secara umum (***)
