![]() |
| Memperkuat konektivitas maritim Banyuasin dan mendukung Pelabuhan Internasional Tanjung Carat. Foto: istimewa |
Banyuasin, Banyuasin Pos— Upaya memperkuat konektivitas maritim di Kabupaten Banyuasin kembali menunjukkan progres signifikan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin resmi memulai tahap lanjutan pembangunan jalan akses menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sungsang, Minggu (23/11/2025).
Pembangunan ini merupakan kelanjutan usulan Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH kepada Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH., MH dan akhirnya direalisasikan melalui dukungan Kementerian PUPR RI. Infrastruktur tersebut menjadi jalur penting penghubung kawasan pesisir Sungsang dengan rencana Pelabuhan Internasional Tanjung Carat.
Sebelumnya, Gubernur Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang dan Bupati Askolani meninjau langsung kondisi Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kecamatan Banyuasin II, termasuk fasilitas penyeberangan dan arus kapal feri rute Palembang–Muntok. Pada kesempatan itu, rombongan juga berdialog dengan masyarakat yang hendak menyeberang serta mengimbau penumpang tetap waspada selama perjalanan laut.
![]() |
| Pembangunan jalan akses menuju TPI Sungsang kembali dilanjutkan. Foto: Istimewa |
Gubernur menekankan bahwa jadwal pelayaran dapat berubah akibat cuaca dan pasang surut air laut. Karena itu, masyarakat diimbau memeriksa informasi terbaru melalui operator resmi maupun kanal media sosial penyeberangan.
Dalam sambutannya pada kegiatan groundbreaking, Bupati Askolani menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kembali pembangunan akses jalan menuju TPI Sungsang.
"Ini akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat dan mempermudah akses menuju kawasan industri, termasuk rencana pembangunan pabrik bahan bakar pesawat Bio Avtur," ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan akses transportasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan mempercepat kemajuan Banyuasin sebagai wilayah strategis maritim.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan, Panji Krisna Wardana, ST., MT, menyebut pembangunan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan konektivitas menuju kawasan Tanjung Carat. Ia menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat terhadap pengembangan pelabuhan internasional di Banyuasin.
Sebagai informasi, proses pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat telah memasuki tahap lanjutan setelah penandatanganan nota kesepahaman dan serah terima lahan pada 31 Oktober 2025.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin Dr. dr. Rini Pratiwi, M. Kes., FISQua, Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP Banyuasin Hj. Ida Bahagia, SH., MM, Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Ekonomi dan SDA Setda Banyuasin Dr. H. Salni Pajar, S.Ag., M.Hi, Kabag Adpem Setda Banyuasin Rohani, SS, perwakilan PUPR Banyuasin, Camat Banyuasin II Ahmad Riduan, S.Sos., M.Si, serta para kepala desa se-Kecamatan Banyuasin II.
Pembangunan akses jalan ini diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama terwujudnya koridor maritim strategis Sumatera Selatan, yang akan membuka peluang investasi lebih luas di sektor pelabuhan, logistik, dan industri berbasis pesisir.



