-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Belajar Mudah Aksara Jawi (14) | Tanda Baca dalam Aksara Jawi

Minggu, 05 Juli 2026 | 14.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-05T07:00:00Z
Ilustrasi Banyuasin Pos 

Setelah mampu membaca kata dan menyusun kalimat sederhana dalam aksara Jawi, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian para pemula, yaitu penggunaan tanda baca.


Banyak orang menganggap bahwa belajar Jawi hanya berkaitan dengan huruf dan cara membacanya. Padahal, tanda baca juga memiliki peran yang sangat penting. Tanpa tanda baca, sebuah tulisan bisa menjadi sulit dipahami, bahkan dapat menimbulkan makna yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis.


Bayangkan jika sebuah surat, cerita, atau pesan ditulis tanpa titik dan koma. Pembaca tentu akan kesulitan menentukan di mana sebuah kalimat berakhir dan kalimat berikutnya dimulai. Karena itulah tanda baca menjadi bagian penting dalam sistem penulisan, termasuk dalam aksara Jawi.


Apakah Aksara Jawi Menggunakan Tanda Baca?

Jawabannya adalah ya.

Pada masa lalu, sebagian manuskrip Melayu kuno menggunakan tanda baca yang lebih sederhana dibandingkan sekarang. Namun dalam penulisan Jawi modern, tanda baca yang digunakan pada dasarnya sama dengan yang kita kenal dalam tulisan Latin.


Artinya, kita dapat menggunakan:

  • Titik (.)

  • Koma (,)

  • Tanda tanya (?)

  • Tanda seru (!)

  • Titik dua (:)

  • Titik koma (;)

  • Tanda petik (" ")

Penggunaannya mengikuti aturan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang berlaku.


Tanda Titik (.)

Titik digunakan untuk mengakhiri kalimat berita atau pernyataan.

Contoh:

سايا ممباچا بوكو.

Saya membaca buku.

ايبو سايا ݢورو.

Ibu saya guru.

Titik membantu pembaca mengetahui bahwa kalimat tersebut telah selesai.


Tanda Koma (,)

Koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian tertentu dalam kalimat.

Contoh:

هاري اين، سايا ڤرݢي ك سكوله.

Hari ini, saya pergi ke sekolah.

ايبو، باڤ، دان اديق سايا د رومه.

Ibu, bapa, dan adik saya di rumah.

Koma membuat bacaan terasa lebih jelas dan nyaman.


Tanda Tanya (؟ atau ?)

Dalam beberapa tulisan Jawi modern, tanda tanya Arab (؟) masih digunakan. Namun banyak pula yang menggunakan tanda tanya biasa (?).

Contoh:

سيڤاكه نام اندا؟

Siapakah nama Anda?

كمان اندا هندق ڤرݢي؟

Ke mana Anda hendak pergi?

Tanda tanya menunjukkan bahwa kalimat tersebut merupakan pertanyaan.


Tanda Seru (!)

Tanda seru digunakan untuk menunjukkan perasaan yang kuat, seperti kagum, senang, terkejut, atau memberi perintah.

Contoh:

چنتيقڽ ڤمندڠن ايتو!

Cantiknya pemandangan itu!

هاتي-هاتي!

Hati-hati!

Penggunaan tanda seru membuat tulisan lebih hidup dan ekspresif.


Tanda Petik (" ")

Tanda petik digunakan untuk mengapit kutipan langsung atau ucapan seseorang.

Contoh:

ݢورو بركات، "راجينله بلاجر."

Guru berkata, "Rajinlah belajar."

Tanda petik membantu pembaca membedakan antara narasi dan ucapan langsung.


Tanda Titik Dua (:)

Titik dua digunakan untuk memperkenalkan daftar atau penjelasan.

Contoh:

الات توليس سايا اداله: قلم، بوكو، دان ڤمادم.

Alat tulis saya adalah: pena, buku, dan pemadam.


Mengapa Tanda Baca Penting?

Perhatikan dua kalimat berikut:

ماري ماكن نينق.

dan

ماري، ماكن نينق.

Walaupun contoh ini sederhana, tanda baca dapat memengaruhi cara seseorang memahami maksud sebuah kalimat.

Karena itu, penggunaan tanda baca yang tepat sangat membantu pembaca menangkap pesan yang ingin disampaikan penulis.


Tanda Baca dalam Manuskrip Melayu Lama

Dalam banyak naskah Melayu lama, penggunaan tanda baca tidak selalu seragam seperti sekarang. Ada naskah yang hanya menggunakan titik sederhana, ada pula yang hampir tidak menggunakan tanda baca sama sekali.


Karena itulah para peneliti manuskrip sering memerlukan pengalaman khusus untuk memahami struktur kalimat dalam teks-teks lama.


Berbeda dengan masa lalu, penulisan Jawi modern lebih mengutamakan kemudahan membaca sehingga penggunaan tanda baca menjadi lebih teratur.


Menulis dengan Jelas dan Santun

Selain membantu pembaca memahami isi tulisan, tanda baca juga menunjukkan kerapian dan ketelitian penulis.


Seseorang yang menggunakan tanda baca dengan baik biasanya lebih mudah menyampaikan gagasannya. Tulisan menjadi lebih teratur, nyaman dibaca, dan tidak membingungkan.


Dalam tradisi Melayu, kemampuan menulis dengan baik sering dikaitkan dengan adab dan kecermatan berpikir. Karena itu, belajar tanda baca juga merupakan bagian dari belajar menulis yang baik.


Latihan Membaca

Bacalah kalimat berikut dengan memperhatikan tanda bacanya.

  1. سايا ممباچا بوكو.

  2. هاري اين، اوجين تورون.

  3. سيڤاكه نام اندا؟

  4. هاتي-هاتي!

  5. ݢورو بركات، "راجينله بلاجر."


Latihan Menulis

Tulislah dalam aksara Jawi beserta tanda bacanya:

  1. Saya membaca buku.

  2. Hari ini, saya belajar.

  3. Siapa nama Anda?

  4. Cantiknya bunga itu!

  5. Guru berkata, "Belajarlah dengan rajin."


Kosakata Jawi Hari Ini

JawiLatin
هاريHari
نامNama
بلاجرBelajar
بركاتBerkata
هاتي-هاتيHati-hati


Tahukah Anda?

Tanda tanya Arab (؟) digunakan secara luas di berbagai negara yang memakai aksara Arab. Dalam tulisan Jawi modern, baik tanda tanya Arab maupun tanda tanya Latin dapat dijumpai, tergantung pada gaya penulisan dan penerbit yang menggunakannya.


Rangkuman

  1. Aksara Jawi menggunakan tanda baca sebagaimana tulisan modern lainnya.

  2. Tanda baca membantu memperjelas makna dan struktur kalimat.

  3. Titik digunakan untuk mengakhiri kalimat berita.

  4. Koma digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam kalimat.

  5. Tanda tanya digunakan untuk kalimat pertanyaan.

  6. Tanda seru digunakan untuk menunjukkan penekanan atau emosi.

  7. Penggunaan tanda baca yang baik membuat tulisan lebih mudah dipahami.


Pada artikel berikutnya, kita akan mempelajari cara menulis salam, sapaan, dan ungkapan sehari-hari dalam aksara Jawi, sehingga kemampuan menulis Jawi dapat langsung digunakan dalam komunikasi sederhana sehari-hari (bersambung) 

×
Berita Terbaru Update