-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Banyuasin Masuk Barisan Terdepan! Program Pangan Terintegrasi Sumsel Resmi Diluncurkan, Petani hingga UMKM Bakal Nikmati Dampaknya

Kamis, 30 Juli 2026 | 15.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-30T23:42:02Z

Banyuasin Masuk Barisan Terdepan! Program Pangan Terintegrasi Sumsel Resmi Diluncurkan, Petani hingga UMKM Bakal Nikmati Dampaknya


Banyuasin Pos – Kabupaten Banyuasin kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera Selatan. Komitmen itu ditegaskan dengan kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng. dalam peluncuran Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Gerakan Sumsel Mandiri Pangan–Makan Bergizi Gratis (GSMP-MBG) yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan, di Lanud Sri Mulyo Herlambang, Kamis (30/7).


Peluncuran tersebut bukan sekadar seremoni. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia mulai membangun pola baru pengelolaan pangan yang menghubungkan seluruh mata rantai produksi, mulai dari petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, koperasi hingga pondok pesantren. Seluruh potensi itu diarahkan untuk menopang kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.


Bagi Banyuasin, langkah ini membuka peluang besar. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, daerah ini memiliki kekuatan di sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan Sumatera Selatan.


Kehadiran Pemkab Banyuasin dalam forum strategis tersebut menjadi sinyal bahwa daerah siap mengambil bagian dalam memperkuat rantai pasok pangan yang lebih terencana dan berkelanjutan. Harapannya, hasil produksi masyarakat tidak hanya terserap pasar, tetapi juga menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan program nasional yang terus berkembang.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengingatkan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada penyediaan menu, tetapi juga pada kemampuan menjaga pasokan bahan pangan agar tetap tersedia dan harga tetap stabil.


"Pengaturan menu MBG perlu memperhatikan ketersediaan pasokan serta komoditas unggulan daerah guna menjaga stabilitas harga. Dalam jangka panjang, Bank Indonesia mendukung transformasi GSMP ke dalam ekosistem rantai pasok MBG untuk memperkuat perekonomian daerah," ujarnya.


Program GSMP sendiri telah berjalan sejak 2021. Kini, cakupannya diperluas menjadi sebuah ekosistem yang menghubungkan produksi, distribusi hingga pemanfaatan hasil pangan secara terpadu. Skema ini diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengendalikan laju inflasi yang selama ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan pokok.


Bagi Banyuasin, kolaborasi tersebut menjadi momentum penting. Selain memperkuat posisi sebagai daerah penghasil pangan, kebijakan ini juga diharapkan membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi petani, nelayan, peternak, serta pelaku usaha kecil agar memperoleh pasar yang lebih pasti dan berkelanjutan.


Melalui sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, Sumatera Selatan kini tengah membangun fondasi baru pengelolaan pangan. Banyuasin pun bersiap menjadi salah satu motor Penggerak nya (***) 

×
Berita Terbaru Update