![]() |
| Infografis Banyuasin Pos |
BANYUASIN POS – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah persoalan. Menurutnya, berbagai kendala yang muncul saat ini tidak lepas dari proses perencanaan yang dinilai belum dipersiapkan secara optimal sejak awal.
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam sebuah seminar di kantor DEN pada Kamis (25/6/2026). Ia mengatakan, pemerintah sempat menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan perbedaan pandangan di internal, sesuatu yang seharusnya dapat dihindari apabila kajian dan perencanaan program dilakukan lebih matang.
Luhut bahkan mengakui bahwa ide besar Presiden belum sepenuhnya didukung oleh perencanaan yang kuat. Ia menilai hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, sehingga evaluasi menyeluruh perlu terus dilakukan agar program berjalan sesuai tujuan.
Selain aspek perencanaan, Luhut juga menyoroti persoalan validitas data di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia mengungkapkan, setelah anggaran program mulai direalisasikan, ditemukan sejumlah data yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah tidak bisa begitu saja menghentikan atau memangkas pelaksanaan program karena anggaran telah lebih dahulu disalurkan. Temuan itu menjadi pelajaran penting agar proses pendataan ke depan dilakukan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Luhut memastikan pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pembenahan. Evaluasi disebut berlangsung secara berkelanjutan untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan waktu kepada pemerintah dalam menyempurnakan program prioritas tersebut. Dengan berbagai perbaikan yang tengah dilakukan, pemerintah berharap manfaat MBG dapat dirasakan lebih luas dan pelaksanaannya semakin efektif (***)
