![]() |
| Kuau Raja dan Trenggiling yang Mudah Terkejut |
Oleh: M. Irwan P. Ratu Bangsawan
Pagi itu hutan rawa di Tanah Banyuasin terasa sangat tenang. Sinar matahari menembus celah-celah pohon, sementara suara burung terdengar bersahut-sahutan dari berbagai arah. Kuau Raja sedang berjalan santai mencari buah bedaro yang jatuh ketika ia melihat seekor Trenggiling sedang sibuk membongkar sarang rayap. Trenggiling itu begitu asyik makan hingga tidak menyadari ada yang memperhatikannya.
Kuau Raja tersenyum usil. Ia pernah mendengar bahwa Trenggiling akan langsung menggulung tubuhnya jika merasa terancam. Rasa penasarannya muncul. Ia ingin membuktikan apakah cerita itu benar.
Kuau Raja menghampiri Trenggiling dengan wajah yang dibuat panik.
"Trenggiling! Cepat sembunyi!"
Trenggiling langsung menghentikan makan.
"Kenapa?"
"Harimau Rimba sedang berjalan ke arah sini!"
Mata Trenggiling langsung membesar.
"Serius?"
"Aku baru melihat ekornya di balik semak."
Belum sempat berpikir panjang, Trenggiling segera menggulung tubuhnya menjadi bola besar. Sisik-sisiknya saling bertaut rapat hingga kepalanya tidak lagi terlihat. Kuau Raja yang melihat itu langsung terkekeh.
"Benar juga," katanya pelan. "Cepat sekali menggulungnya."
Tak lama kemudian terdengar suara ranting patah.
Krek...
Kuau Raja yang tadi tertawa mendadak berhenti. Ia menoleh ke arah semak. Suara itu terdengar semakin dekat.
Krek... krek...
"Jangan-jangan..." gumam Kuau Raja.
Ia mulai merasa cerita bohongnya benar-benar menjadi kenyataan.
Semak-semak bergoyang pelan. Kuau Raja mundur beberapa langkah sambil menelan ludah. Trenggiling tetap diam membentuk bola karena mengira Harimau sudah datang.
Tiba-tiba dari balik semak muncul...
...seekor Beruang Madu.
Beruang Madu membawa sepotong sarang madu di tangannya. Ia memandang bola bersisik di tengah jalan dengan wajah bingung.
"Itu batu baru, ya?"
Kuau Raja langsung tertawa lega.
"Bukan batu! Itu Trenggiling."
Trenggiling perlahan membuka gulungannya. Ia melihat hanya ada Beruang Madu yang berdiri di depannya.
"Harimau mana?" tanyanya.
Kuau Raja menggaruk tengkuknya sambil tersenyum malu.
"Eh... sepertinya tadi aku salah lihat."
Trenggiling menatap Kuau Raja beberapa saat. Beruang Madu ikut memandang mereka bergantian tanpa mengerti apa yang sedang terjadi.
Tiba-tiba Trenggiling tersenyum kecil.
"Kalau begitu, lain kali kalau kau melihat Harimau sungguhan, jangan panggil aku."
"Kenapa?"
"Aku pasti sudah lebih dulu menggulung."
Kuau Raja dan Beruang Madu langsung tertawa bersamaan.
Sejak hari itu, setiap kali melihat Trenggiling berjalan di hutan, Kuau Raja sering menggoda dari kejauhan.
"Hati-hati, jangan ada daun jatuh!"
Trenggiling hanya menggeleng sambil tersenyum.
"Tenang saja. Sekarang aku baru menggulung kalau benar-benar melihat Harimau."
Mendengar jawaban itu, Kuau Raja tertawa kecil lalu melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan rawa Banyuasin, sementara Trenggiling kembali sibuk mencari rayap seolah tidak pernah dikerjai sebelumnya (***)
