-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jambu Sia, Buah Hutan yang Pernah Menjadi Sahabat Masa Kecil Orang Banyuasin

Jumat, 05 Juni 2026 | 09.37 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-05T02:37:00Z
Infografis Banyuasin Pos 

Bagi sebagian masyarakat Banyuasin, terutama yang tumbuh di wilayah perkampungan, talang, dan pinggir hutan, nama jambu sia tentu bukan sesuatu yang asing. Buah liar yang tumbuh subur di semak belukar ini sering menjadi camilan alami anak-anak ketika bermain di kebun atau mencari kayu bakar bersama orang tua. Rasanya manis bercampur sedikit sepat, dengan daging buah yang lembut dan dipenuhi biji-biji kecil.


Dalam dunia ilmiah, jambu sia dikenal dengan nama Bellucia pentamera atau Bellucia axinanthera dan termasuk dalam famili Melastomataceae. Di berbagai daerah di Indonesia, tanaman ini memiliki banyak nama, seperti tangkalak, harendong monyet, dan jambu hutan. Meskipun sering dianggap sebagai tanaman liar, masyarakat tradisional telah lama memanfaatkan berbagai bagian tumbuhan ini untuk pengobatan alami.


Jambu Sia

Di Banyuasin, jambu sia biasanya tumbuh di lahan terbuka, bekas kebun, pinggir jalan tanah, serta kawasan hutan sekunder. Pohonnya dapat tumbuh beberapa meter dengan batang berwarna kecokelatan dan daun lebar berurat jelas. Saat berbuah, ranting-rantingnya dipenuhi buah bulat berwarna hijau yang kemudian berubah menjadi kuning kehijauan ketika matang.


Tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman sederhana ini menyimpan beragam manfaat kesehatan. Secara turun-temurun, masyarakat memanfaatkan rebusan daun dan batang jambu sia untuk membantu mengatasi diare. Penggunaan ini telah dikenal cukup lama dalam pengobatan tradisional masyarakat pedesaan.


Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa buah dan bagian tanaman jambu sia mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang dapat membantu melawan pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Karena itu, tanaman ini sering dianggap sebagai salah satu sumber obat alami dari hutan tropis.


Getah dari batang mudanya juga memiliki kegunaan tersendiri. Beberapa masyarakat tradisional menggunakan getah tersebut untuk membantu menghentikan pendarahan pada luka ringan. Caranya cukup sederhana, yakni dengan mengoleskan getah segar pada bagian yang terluka.


Kandungan tanin yang cukup tinggi pada tanaman ini juga menjadikannya sebagai sumber antioksidan alami. Antioksidan berperan penting dalam membantu tubuh menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Walaupun demikian, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya dalam penggunaan medis modern.


Dalam sejumlah catatan etnobotani, akar maupun ekstrak tumbuhan dari genus Bellucia juga digunakan secara tradisional sebagai obat cacing dan perawatan kesehatan organ reproduksi perempuan. Pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat yang hidup dekat dengan alam.


Sayangnya, seiring berkurangnya kawasan hutan dan berubahnya pola hidup masyarakat, keberadaan jambu sia mulai jarang diperhatikan. Generasi muda lebih mengenal buah-buahan budidaya yang dijual di pasar dibandingkan buah hutan yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa.


Padahal, jambu sia bukan sekadar buah liar. Ia merupakan bagian dari kekayaan hayati dan pengetahuan tradisional yang patut dikenali kembali. Keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat masa lalu memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus kesehatan.


Meski memiliki banyak manfaat berdasarkan pengalaman masyarakat dan hasil penelitian awal, penggunaan jambu sia sebagai obat herbal tetap perlu dilakukan secara hati-hati. Hingga kini, penelitian klinis mengenai dosis aman dan efektivitas medisnya masih terbatas. Karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli herbal tetap diperlukan sebelum menggunakannya sebagai pengobatan alternatif.


Di tengah derasnya arus modernisasi, mengenal kembali jambu sia berarti mengenang hubungan erat antara manusia Banyuasin dengan alamnya. Dari semak-semak di pinggir hutan hingga menjadi bagian dari pengobatan tradisional, jambu sia menyimpan cerita tentang kearifan lokal yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya (***) 

×
Berita Terbaru Update