![]() |
| Infografis Banyuasin Pos |
BANYUASIN POS – Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tekanan pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah cukup dalam dan belum mampu keluar dari tren penurunan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data yang ditampilkan oleh platform TradingView, Kamis, 4 Juni 2026 pukul 16.00 WIB (GMT+7), IHSG ditutup di level 5.839,785 poin, turun 101,281 poin atau 1,70 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level 5.941,066 poin.
Sejak pembukaan perdagangan, tekanan jual sudah terlihat. IHSG dibuka pada level 5.919,565 poin dan sempat bergerak cukup fluktuatif sepanjang hari. Bahkan pada sesi pagi indeks sempat menyentuh titik terendah di kisaran 5.644,234 poin sebelum perlahan melakukan pemulihan hingga menjelang penutupan.
Meski berhasil memangkas sebagian kerugian pada sesi sore, penguatan tersebut belum cukup untuk mengangkat IHSG kembali ke zona hijau. Indeks tetap berakhir di wilayah negatif dengan penurunan yang cukup tajam.
Data TradingView juga menunjukkan tren pelemahan yang masih membayangi pasar dalam berbagai periode waktu. Dalam lima hari terakhir IHSG terkoreksi 4,47 persen, sedangkan dalam satu bulan turun 16,20 persen. Jika dihitung selama enam bulan terakhir, pelemahan bahkan mencapai 32,56 persen.
Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan masih tingginya kehati-hatian investor di tengah berbagai sentimen ekonomi yang berkembang. Meski demikian, sejumlah analis menilai pergerakan yang berfluktuasi juga membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk mencermati saham-saham dengan fundamental yang tetap kuat.
Pergerakan pasar pada perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian utama investor untuk melihat apakah IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 5.800 poin atau justru melanjutkan tren pelemahannya (***)
