![]() |
| Presiden Donald Trump |
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran semakin terbuka lebar. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap konflik yang sebelumnya memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan media Amerika, Trump menyebut proses negosiasi berjalan positif dari hari ke hari. Meski begitu, ia belum bersedia membeberkan isi lengkap pembicaraan yang sedang berlangsung. Trump hanya memastikan bahwa dirinya tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun jika Iran masih berpeluang memiliki senjata nuklir.
Trump juga mengatakan pengelolaan uranium Iran menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan tersebut. Menurutnya, kesepakatan hanya akan diteken apabila seluruh kepentingan Amerika Serikat benar-benar terpenuhi.
Di sisi lain, sejumlah sumber menyebut Trump masih mempertimbangkan beberapa opsi sebelum mengambil keputusan final. Ia dikabarkan terus berdiskusi dengan para penasihat keamanan serta melakukan komunikasi dengan pemimpin negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi.
Situasi ini membuat dunia internasional menanti arah baru hubungan AS dan Iran. Apalagi sebelumnya konflik kedua negara sempat memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga memberi sinyal optimisme terkait kemungkinan tercapainya perdamaian dalam waktu dekat. Ia bahkan menyebut pengumuman penting bisa saja muncul dalam hitungan hari (***)
