-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Haedar Nashir: Muhammadiyah Tetap Kawal Bangsa, Tak Bergantung pada Rezim

Rabu, 01 April 2026 | 18.16 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-01T11:16:19Z
Prof. Dr. Haedar Nashir (foto: Muhammadiyah.or.id) 

Banyuasin Pos  – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa peran kebangsaan Muhammadiyah tidak bergantung pada rezim yang berkuasa. Organisasi ini, menurutnya, akan terus hadir mengawal arah perjalanan bangsa agar tetap berada di jalur yang benar.


Pernyataan tersebut disampaikan Haedar dalam kegiatan Silaturahmi Syawalan 1447 Hijriah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Senin (31/3/2026).


Haedar menegaskan, sejak sebelum kemerdekaan hingga Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah berkontribusi dalam perjuangan bangsa. Oleh karena itu, pergantian kekuasaan tidak akan mengubah komitmen organisasi dalam menjaga cita-cita nasional.


“Rezim boleh berganti, tetapi Muhammadiyah harus tetap mengawal bangsa ini agar berjalan di arah yang benar, maju, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.


Menurutnya, peran tersebut dijalankan melalui dialog dengan berbagai elemen bangsa, mulai dari kalangan yudikatif, eksekutif, hingga legislatif. Dialog ini dinilai penting untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak menyimpang dari tujuan berbangsa.


Guru Besar Sosiologi itu juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika politik yang kerap memanas. Ia menilai, dalam situasi tertentu, potensi gesekan antar kelompok bisa saja muncul dan mengancam keutuhan bangsa.


Karena itu, Haedar mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan kebijaksanaan (wisdom) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai musyawarah, kemaslahatan, serta semangat kebersamaan harus tetap dijaga dalam setiap pengambilan keputusan.


“Mari kita utamakan kemaslahatan, mencegah kerusakan, dan menebar rahmat serta keberkahan bagi kehidupan bangsa,” katanya.


Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan tertua di Indonesia, Muhammadiyah, lanjut Haedar, memiliki peran ganda, yakni sebagai pengayom sekaligus pemberi kritik konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.


Peran tersebut sejalan dengan prinsip Kepribadian Muhammadiyah yang menekankan sikap korektif, baik ke dalam maupun ke luar, dengan cara yang bijaksana.


Dengan komitmen tersebut, Muhammadiyah diharapkan terus menjadi kekuatan moral yang menjaga arah bangsa di tengah berbagai tantangan zaman (***) 

×
Berita Terbaru Update