-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Banyuasin Titip Pesan Serius untuk CPNS: Integritas Bukan Sekadar Kata

Minggu, 29 Maret 2026 | 10.36 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-29T03:36:51Z
Foto Diskominfo Banyuasin 

Banyuasin Pos — Suasana di Gedung Mekkah Asrama Haji Palembang, Jumat (27/03), terasa sedikit berbeda. Bukan sekadar agenda pelatihan biasa, ratusan peserta Latsar CPNS tampak duduk lebih tenang, seolah menyadari bahwa yang mereka dengar hari itu bukan hanya materi, tetapi semacam arah.


Bupati Banyuasin, Askolani, hadir langsung memberikan pembekalan. Ia tidak datang sendiri. Di sampingnya ada Kepala BKPSDM Banyuasin Izromaita, Kepala Inspektorat Alamsyah Rianda, dan Plt. Kepala Dinas Kominfo Ida Bahagia.


Sebanyak 156 CPNS gelombang pertama mengikuti kegiatan itu. Mereka mendengarkan—bukan hanya karena kewajiban, tetapi mungkin juga karena mulai merasa bahwa posisi mereka ke depan akan menentukan sesuatu yang lebih besar dari sekadar pekerjaan.


Dalam arahannya, Askolani berbicara cukup lugas. Ia mengingatkan bahwa di antara peserta yang duduk hari itu, ada yang kelak akan mengisi posisi penting dalam birokrasi daerah. Tapi, katanya, masa depan itu tidak datang begitu saja. Ia ditentukan oleh satu hal yang sering terdengar sederhana: integritas.


Ia tidak banyak bermain dengan istilah besar. Kalimatnya justru terasa dekat. Bahwa menjadi ASN bukan hanya soal pintar bekerja, tetapi juga tentang cara bersikap—terutama saat tidak ada yang melihat.


Di tengah sesi, ia sempat menyinggung perjalanan hidupnya sendiri. Bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk menunjukkan bahwa kegagalan bukan sesuatu yang perlu disembunyikan. Justru dari situlah, katanya, seseorang belajar bertahan dan melangkah lebih jauh.


Selain itu, para peserta juga diperkenalkan kembali pada arah pembangunan daerah. Program Banyuasin Bangkit, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan kembali disebut—bukan sekadar slogan, tetapi sebagai pijakan kerja yang nantinya harus mereka jalankan di lapangan.


Menjelang akhir, pesannya menjadi semakin sederhana, tapi terasa berat: bekerja cerdas, profesional, dan tetap menjaga keikhlasan. Sebuah kombinasi yang mudah diucapkan, tetapi sering kali sulit dijaga dalam praktik sehari-hari.


Kegiatan pun ditutup tanpa kesan formal yang berlebihan. Namun dari raut wajah para peserta, terlihat ada sesuatu yang tertinggal—mungkin bukan catatan di buku, melainkan semacam kesadaran baru bahwa menjadi ASN berarti siap diuji, tidak hanya oleh pekerjaan, tetapi juga oleh diri sendiri (***) 

×
Berita Terbaru Update