![]() |
| Infografis Exit Tol Pangkalan Balai Dipastikan Jalan Terus! Askolani Tegaskan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas |
Banyuasin Pos – Kepastian kelanjutan pembangunan Exit Tol Pangkalan Balai kembali ditegaskan oleh Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H. saat memimpin rapat koordinasi membahas aspirasi masyarakat terkait ganti rugi lahan yang terdampak proyek tersebut, Kamis (16/7).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin itu difokuskan untuk mencari solusi atas persoalan ganti rugi lahan di Kelurahan Seterio, Kecamatan Banyuasin III, serta Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh. Pemerintah Kabupaten Banyuasin memilih jalur musyawarah sebagai langkah utama dalam menyelesaikan persoalan yang disampaikan warga.
Pertemuan tersebut dihadiri Asisten I Setda Banyuasin, Inspektur Kabupaten Banyuasin, jajaran kepala perangkat daerah, para kepala bagian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pembangunan exit tol.
Dalam arahannya, Askolani menegaskan bahwa proyek Exit Tol Pangkalan Balai merupakan kebutuhan strategis bagi Kabupaten Banyuasin. Ia menyebut pembangunan akses tol tersebut merupakan usulan langsung Pemerintah Kabupaten Banyuasin agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.
Menurutnya, keberadaan exit tol di wilayah Pangkalan Balai akan membuka peluang investasi, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat yang lahannya terdampak.
"Exit Tol Pangkalan Balai adalah usulan murni Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Jika hanya mengandalkan exit di Gandus, aksesnya lebih mengarah ke Kota Palembang. Sementara Exit Betung lebih banyak melayani wilayah Musi Banyuasin. Banyuasin membutuhkan pintu keluar tol sendiri agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegas Askolani.
Ia juga memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti secara terbuka melalui dialog dan musyawarah. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memfasilitasi penyelesaian persoalan ganti rugi lahan agar pembangunan dapat berlangsung tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Askolani berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan kebersamaan dalam mencari solusi terbaik. Dengan demikian, pembangunan Exit Tol Pangkalan Balai dapat segera terealisasi dan menjadi salah satu pengungkit kemajuan ekonomi Kabupaten Banyuasin di masa mendatang (***)
