![]() |
| Belajar Mudah Aksara Jawi (16) | Menulis Pantun Melayu dalam Aksara Jawi |
Jika ada satu bentuk sastra yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Melayu, maka pantun adalah jawabannya. Pantun bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan cerminan cara berpikir, adab, dan kebijaksanaan orang Melayu sejak dahulu kala.
Dalam berbagai kesempatan, mulai dari pergaulan sehari-hari, acara adat, pernikahan, hingga kegiatan pendidikan, pantun sering digunakan untuk menyampaikan nasihat, ungkapan kasih sayang, sindiran halus, maupun hiburan. Tidak mengherankan jika pantun menjadi salah satu warisan budaya Melayu yang tetap hidup hingga sekarang.
Pada masa lalu, banyak pantun ditulis menggunakan aksara Jawi. Karena itu, mempelajari cara menulis pantun dalam Jawi berarti memadukan dua warisan budaya Melayu sekaligus: sastra pantun dan aksara Jawi.
Apa Itu Pantun?
Pantun adalah puisi lama yang umumnya terdiri atas empat baris.
Ciri-cirinya antara lain:
Terdiri atas empat baris.
Bersajak a-b-a-b.
Dua baris pertama disebut sampiran.
Dua baris terakhir disebut isi.
Setiap baris biasanya terdiri atas 8–12 suku kata.
Contoh pantun sederhana:
Pisang emas dibawa berlayar,
Masak sebiji di atas peti.
Hutang emas dapat dibayar,
Hutang budi dibawa mati.
Pantun ini sangat terkenal dalam tradisi Melayu karena mengandung pesan tentang pentingnya menghargai budi baik.
Pantun dalam Aksara Jawi
Berikut contoh pantun yang sama dalam aksara Jawi:
ڤيسڠ اماس دباوا برلاير
ماسق سبيجي د اتس ڤتي
هوتڠ اماس داڤت دباير
هوتڠ بودي دباوا ماتي
Walaupun ditulis dengan aksara yang berbeda, isi dan maknanya tetap sama.
Mengenal Sampiran dan Isi
Banyak pemula mengira semua baris pantun memiliki fungsi yang sama. Padahal, pantun memiliki struktur yang khas.
Contoh:
Sampiran
Kalau ada sumur di ladang,
Bolehlah kita menumpang mandi.
Isi
Kalau ada umur yang panjang,
Bolehlah kita berjumpa lagi.
Dalam pantun Melayu, sampiran berfungsi membangun irama dan suasana, sedangkan isi menyampaikan pesan utama.
Menulis Pantun Langkah demi Langkah
Mari kita coba membuat pantun sederhana.
Langkah pertama, tentukan isi yang ingin disampaikan.
Misalnya tentang rajin belajar.
Isi:
Rajin belajar setiap hari,
Kelak menjadi insan berjaya.
Kemudian buat sampiran yang memiliki rima yang sesuai.
Pagi hari melihat pelangi,
Burung terbang di atas jaya.
Setelah disusun:
Pagi hari melihat pelangi,
Burung terbang di atas jaya.
Rajin belajar setiap hari,
Kelak menjadi insan berjaya.
Menulis Pantun dalam Jawi
Pantun di atas dapat ditulis sebagai berikut:
ڤاݢي هاري مليهت ڤلاڠي
بوروڠ تربڠ د اتس جايا
راجين بلاجر ستياڤ هاري
كلاک منجادي انسان برجايا
Perhatikan bahwa aturan penulisan Jawi yang telah dipelajari sebelumnya tetap digunakan.
Pantun dan Adab Melayu
Salah satu keunikan pantun Melayu adalah kemampuannya menyampaikan nasihat tanpa terkesan menggurui.
Daripada berkata secara langsung:
"Jangan malas belajar."
Orang Melayu sering menyampaikannya melalui pantun.
Contohnya:
Pergi ke kebun memetik serai,
Serai ditanam dekat perigi.
Rajin belajar sejak dini,
Menjadi bekal sepanjang hari.
Cara seperti ini membuat nasihat terasa lebih halus dan menyenangkan.
Pantun dalam Kehidupan Orang Melayu
Di berbagai daerah Melayu, termasuk di Sumatera Selatan dan Banyuasin, pantun masih digunakan dalam berbagai kegiatan budaya.
Pantun dapat ditemukan dalam:
Acara pernikahan.
Penyambutan tamu.
Pertunjukan seni.
Perlombaan budaya.
Kegiatan pendidikan.
Karena itu, kemampuan membaca dan menulis pantun dalam aksara Jawi dapat menjadi cara menarik untuk mengenal budaya Melayu secara lebih mendalam.
Mencoba Menulis Pantun Sendiri
Tidak perlu menunggu menjadi ahli.
Mulailah dengan tema yang sederhana:
Persahabatan.
Keluarga.
Sekolah.
Alam.
Budaya Melayu.
Yang terpenting bukanlah kesempurnaan, melainkan keberanian untuk mencoba.
Setiap pantun yang ditulis akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus memperkuat keterampilan menulis aksara Jawi.
Latihan Membaca
Bacalah pantun berikut:
بواه ممڤلو د دالم راݢا
دباوا ڤرݢي ك ڤكن لاما
جك هيدوڤ هندق برجايا
راجينله بلاجر سڤنجڠ ماسا
Latihan Menulis
Tulislah pantun berikut ke dalam aksara Jawi:
Buah mangga di tepi kali,
Jatuh sebiji di atas batu.
Jika ingin menjadi pandai,
Rajin membaca setiap waktu.
Kosakata Jawi Hari Ini
| Jawi | Latin |
|---|---|
| ڤنتون | Pantun |
| بودي | Budi |
| راجين | Rajin |
| بلاجر | Belajar |
| برجايا | Berjaya |
Tahukah Anda?
Pada masa lalu, para penulis Melayu sering menyisipkan pantun dalam surat pribadi, hikayat, dan karya sastra beraksara Jawi. Pantun digunakan untuk memperindah tulisan sekaligus menyampaikan pesan secara santun dan berkesan.
Rangkuman
Pantun merupakan salah satu warisan sastra Melayu yang sangat penting.
Pantun terdiri atas empat baris dengan pola sajak a-b-a-b.
Dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris terakhir disebut isi.
Pantun dapat ditulis menggunakan aksara Jawi.
Menulis pantun membantu melatih kemampuan berbahasa dan menulis Jawi.
Pantun mencerminkan nilai adab, kebijaksanaan, dan kehalusan budaya Melayu.
Pada artikel berikutnya, kita akan memasuki pembahasan yang lebih mendalam mengenai ejaan Jawi tradisional dan ejaan Jawi modern, sehingga pembaca dapat memahami mengapa suatu kata kadang ditulis berbeda dalam berbagai naskah Melayu (bersambung)
