![]() |
| Ilustrasi Banyuasin Pos |
Pada artikel sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa sebagian besar huruf dalam aksara Jawi dapat saling tersambung. Inilah yang membuat tulisan Jawi terlihat indah dan mengalir seperti rangkaian garis yang menyatu. Namun, ketika mulai membaca kata-kata yang lebih panjang, kita akan menemukan sesuatu yang unik. Ternyata tidak semua huruf dapat menyambung dengan huruf setelahnya.
Bagi pemula, hal ini sering menimbulkan kebingungan. Mengapa ada kata yang tampak terputus di tengah? Apakah itu berarti kata tersebut terdiri dari dua bagian? Jawabannya tidak. Dalam banyak kasus, kata tersebut tetap satu kata utuh. Hanya saja, ada huruf tertentu yang memang tidak dapat menyambung ke huruf berikutnya.
Memahami kelompok huruf ini sangat penting karena akan membantu kita membaca dan menulis Jawi dengan lebih cepat dan lebih tepat.
Mengapa Ada Huruf yang Tidak Menyambung?
Aksara Jawi berasal dari aksara Arab. Dalam sistem tulisan Arab, beberapa huruf memiliki bentuk khusus yang membuatnya tidak dapat menyambung ke huruf setelahnya. Tradisi ini kemudian diwarisi oleh aksara Jawi.
Ketika huruf-huruf tersebut muncul di tengah kata, hubungan sambungan akan terputus. Akibatnya, huruf berikutnya harus ditulis dalam bentuk awal seolah-olah memulai sambungan baru.
Walaupun terlihat terpisah, kata tersebut tetap dibaca sebagai satu kesatuan.
Enam Huruf yang Tidak Dapat Menyambung
Ada enam huruf utama yang tidak dapat menyambung ke huruf setelahnya, yaitu:
| Huruf | Nama Huruf |
|---|---|
| ا | Alif |
| د | Dal |
| ذ | Dzal |
| ر | Ra |
| ز | Zai |
| و | Wau |
Keenam huruf ini sering disebut sebagai huruf pemutus sambungan.
Huruf Alif (ا)
Huruf Alif merupakan salah satu huruf yang paling sering dijumpai dalam tulisan Jawi.
Contoh:
باجو (baju)
ملايو (Melayu)
Perhatikan bahwa huruf setelah Alif tidak tersambung langsung dengannya.
Huruf Dal (د)
Huruf Dal juga memutus sambungan.
Contoh:
داتڠ (datang)
دودوق (duduk)
Setelah huruf Dal, sambungan berhenti dan huruf berikutnya ditulis dalam bentuk awal.
Huruf Dzal (ذ)
Huruf Dzal tidak terlalu sering muncul dalam kosakata Melayu sehari-hari, tetapi banyak ditemukan dalam kata-kata serapan dari bahasa Arab.
Contoh:
ذكير (zikir)
اذن (izin)
Huruf Ra (ر)
Huruf Ra sangat sering digunakan dalam bahasa Melayu.
Contoh:
اورڠ (orang)
راجيڠ (rajin)
Perhatikan bahwa huruf setelah Ra tidak dapat menyambung langsung.
Huruf Zai (ز)
Huruf Zai digunakan untuk bunyi "z".
Contoh:
زمان (zaman)
زكات (zakat)
Seperti Ra, huruf ini juga memutus sambungan.
Huruf Wau (و)
Huruf Wau sering berfungsi sebagai huruf vokal sekaligus konsonan.
Contoh:
اورڠ (orang)
بوكو (buku)
Karena termasuk huruf pemutus, huruf sesudah Wau tidak dapat tersambung dengannya.
Cara Mengenali Huruf Pemutus Sambungan
Ada cara sederhana untuk mengenali huruf-huruf ini.
Saat membaca sebuah kata, jika Anda menemukan:
ا د ذ ر ز و
maka bersiaplah melihat adanya jeda sambungan pada tulisan.
Namun jangan khawatir. Jeda sambungan ini tidak memengaruhi cara membaca kata. Kata tetap dibaca secara normal dari kanan ke kiri.
Contoh Analisis Kata
Mari kita lihat kata berikut:
اورڠ (orang)
Huruf-hurufnya:
ا = Alif
و = Wau
ر = Ra
ڠ = Nga
Karena Alif, Wau, dan Ra termasuk huruf pemutus sambungan, bentuk kata ini terlihat seperti beberapa bagian kecil yang berdiri sendiri. Meskipun demikian, kata tersebut tetap dibaca sebagai "orang".
Contoh lain:
ملايو (Melayu)
Terdiri atas:
م = Mim
ل = Lam
ا = Alif
ي = Ya
و = Wau
Sambungan terputus setelah Alif dan kembali terputus setelah Wau.
Jangan Terjebak oleh Bentuk Tulisan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menganggap setiap putus sambungan sebagai batas kata. Akibatnya, mereka membaca satu kata menjadi dua atau tiga bagian.
Padahal dalam Jawi, putus sambungan sering kali hanya disebabkan oleh keberadaan huruf Alif, Dal, Dzal, Ra, Zai, atau Wau.
Semakin sering berlatih membaca, mata akan terbiasa mengenali pola ini secara otomatis.
Latihan Membaca
Cobalah baca kata-kata berikut:
اورڠ
ملايو
زمان
زكات
داتڠ
باجو
راجيڠ
دودوق
Perhatikan posisi huruf-huruf pemutus sambungan di dalam setiap kata.
Kosakata Jawi Hari Ini
| Jawi | Latin |
|---|---|
| اورڠ | Orang |
| ملايو | Melayu |
| داتڠ | Datang |
| زمان | Zaman |
| باجو | Baju |
Dalam Arab dan Jawi, huruf-huruf pemutus sambungan justru memberikan variasi bentuk yang membuat tulisan terlihat lebih dinamis dan artistik. Karena itu, keberadaan huruf-huruf ini tidak dianggap sebagai kelemahan, melainkan bagian dari keindahan sistem tulisan tersebut.
Rangkuman
Tidak semua huruf Jawi dapat menyambung ke huruf setelahnya.
Ada enam huruf pemutus sambungan: ا، د، ذ، ر، ز، و.
Putusnya sambungan tidak berarti kata menjadi terpisah.
Huruf berikutnya ditulis dalam bentuk awal setelah huruf pemutus.
Memahami huruf pemutus sambungan akan memudahkan proses membaca dan menulis Jawi.
Pada artikel berikutnya, kita akan mulai mempelajari huruf vokal dalam aksara Jawi, yaitu bagaimana huruf Alif, Wau, dan Ya digunakan untuk membentuk bunyi a, i, u, e, dan o dalam bahasa Melayu (bersambung)
