-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi "Menuju Indonesia Bangkrut", Soroti APBN hingga Harga Kebutuhan Pokok

Sabtu, 13 Juni 2026 | 09.47 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-13T02:47:09Z
Infografis Banyuasin Pos 

Banyuasin Pos – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan dalam aksi demonstrasi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" yang digelar di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Aksi yang diprakarsai Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) itu diikuti lebih dari 700 peserta dari sejumlah kampus.


Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah. Mereka meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, mengakhiri praktik militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui dan mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai bermasalah.


Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menilai pengelolaan APBN saat ini masih menyisakan banyak persoalan. Menurutnya, sejumlah program pemerintah yang menggunakan dana besar belum memiliki rincian anggaran yang transparan dan jelas di dalam APBN.


Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu fokus kritik mahasiswa. Menurutnya, penganggaran program tersebut dinilai belum dijabarkan secara rinci sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas dan akuntabilitas penggunaan dana negara.


Mahasiswa juga menyoroti alokasi anggaran untuk sejumlah program lain seperti Badan Gizi Nasional (BGN), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Mereka berpendapat anggaran tersebut lebih tepat diarahkan untuk memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan yang dapat diakses secara adil oleh seluruh masyarakat.


Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Jundi Al Muhandis, menyampaikan bahwa tingginya harga bahan pokok dan BBM yang dirasakan masyarakat saat ini tidak terlepas dari kebijakan pengelolaan anggaran negara yang dinilai kurang tepat sasaran.


Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program prioritas sehingga anggaran dapat difokuskan pada kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat luas.


Aksi yang berlangsung di Jakarta itu sempat menghadapi hambatan ketika massa berusaha menuju titik aksi. Sejumlah ruas jalan dikabarkan mendapat penjagaan ketat aparat keamanan sehingga pergerakan massa menjadi terbatas. Meski demikian, para mahasiswa tetap melanjutkan aksi dan menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka.


Demonstrasi tersebut menjadi salah satu bentuk kritik mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Para peserta berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan sosial yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat (***) 

×
Berita Terbaru Update