-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pernah Main Kapal Otok-Otok? Mainan Murah Ini Ternyata Mengajarkan Ilmu Sains Tanpa Kita Sadari

Senin, 15 Juni 2026 | 09.14 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-15T02:14:00Z
Infografis Banyuasin Pos 

Sebelum anak-anak mengenal gawai, permainan daring, dan media sosial, ada satu mainan sederhana yang mampu membuat halaman rumah, kolam kecil, hingga parit di kampung menjadi ramai. Mainan itu adalah kapal otok-otok, sebuah perahu mungil dari kaleng yang mengeluarkan suara khas "otok-otok... otok-otok..." saat melaju di atas air.


Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an, 1990-an, hingga awal 2000-an, kapal otok-otok bukan sekadar mainan. Ia adalah bagian dari kenangan masa kecil yang sulit dilupakan. Dengan harga yang terjangkau dan cara bermain yang sederhana, mainan ini pernah menjadi primadona di berbagai daerah di Indonesia.


Sekilas, kapal otok-otok tampak seperti perahu kaleng biasa. Bentuknya kecil, berwarna-warni, dan dihiasi gambar-gambar menarik. Namun siapa sangka, di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan prinsip ilmu pengetahuan yang bahkan dipelajari di sekolah.


Cara kerja kapal otok-otok memanfaatkan energi panas dan tekanan uap air. Di dalam badan kapal terdapat ruang kecil yang berisi air dan terhubung dengan dua pipa di bagian belakang. Ketika lilin atau sumbu pemanas dinyalakan, air di dalam ruang tersebut berubah menjadi uap.


Uap yang terbentuk kemudian mendorong air keluar melalui pipa sehingga menghasilkan gaya dorong yang membuat kapal bergerak maju. Setelah tekanan berkurang, air kembali masuk ke dalam pipa dan siklus tersebut terjadi berulang kali. Proses yang berlangsung sangat cepat inilah yang menghasilkan suara ritmis "otok-otok... otok-otok..." yang menjadi ciri khas mainan tersebut.


Menariknya, prinsip kerja kapal otok-otok ternyata sama dengan mainan yang dikenal di berbagai negara dengan nama pop-pop boat. Para ilmuwan menyebutnya sebagai salah satu contoh sederhana penerapan termodinamika dan tekanan fluida. Karena itulah, kapal otok-otok sering digunakan sebagai alat peraga untuk mengenalkan konsep sains kepada anak-anak.


Pada masa lalu, bahan bakar kapal otok-otok sangat mudah diperoleh. Banyak anak menggunakan kapas yang dicelupkan ke minyak goreng atau bahan bakar sederhana lainnya sebagai sumber panas. Ada pula yang menggunakan lilin kecil yang diletakkan di bawah ruang pemanas kapal.


Keseruan bermain kapal otok-otok tidak hanya terletak pada pergerakannya. Anak-anak biasanya berlomba-lomba melihat kapal siapa yang melaju paling jauh atau paling lama. Tidak jarang beberapa kapal dimainkan bersamaan di kolam atau genangan air sehingga menciptakan suasana meriah yang dipenuhi suara "otok-otok" dari berbagai arah.


Di sejumlah daerah, mainan ini memiliki penyebutan yang berbeda. Ada yang menyebutnya kapal othok-othok, kapal tek-tek, atau nama lain yang menyesuaikan bunyi yang dihasilkan. Namun apa pun namanya, mainan ini tetap menghadirkan kesenangan yang sama bagi anak-anak.


Kini kapal otok-otok semakin sulit ditemukan. Kehadirannya perlahan tergeser oleh mainan elektronik dan permainan digital yang menawarkan teknologi lebih canggih. Meski demikian, kapal otok-otok tetap memiliki tempat istimewa dalam ingatan banyak orang karena menjadi simbol masa kecil yang sederhana namun penuh kebahagiaan.


Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kapal otok-otok mengingatkan kita bahwa kegembiraan tidak selalu harus mahal. Sebuah perahu kecil dari kaleng, sedikit air, dan nyala api kecil ternyata mampu menghadirkan tawa, rasa ingin tahu, sekaligus pelajaran sains yang berharga bagi generasi masa lalu (***) 

×
Berita Terbaru Update