-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kue Rangi, Kudapan Tradisional dari Banyuasin

Rabu, 10 Juni 2026 | 11.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-10T04:00:00Z
Infografis Banyuasin Pos 

Kue Rangi merupakan salah satu makanan tradisional yang dikenal oleh masyarakat Banyuasin sejak lama. Kue ini termasuk dalam kelompok kue kering tradisional yang biasa disajikan sebagai makanan ringan dalam berbagai kesempatan. Meskipun sederhana, Kue Rangi memiliki cita rasa khas yang membuatnya tetap dikenang oleh masyarakat hingga sekarang.


Bahan utama pembuatan Kue Rangi terdiri dari tepung beras, kelapa yang telah disangrai, dan gula pasir. Perpaduan ketiga bahan tersebut menghasilkan rasa manis dan gurih yang seimbang. Aroma kelapa sangrai yang harum menjadi salah satu ciri khas yang membedakan Kue Rangi dari berbagai jenis kue tradisional lainnya.


Proses pembuatannya relatif sederhana. Tepung beras dicampur dengan kelapa sangrai dan gula pasir hingga merata. Setelah itu adonan dimasukkan ke dalam cetakan khusus lalu dipanggang atau dioven hingga matang. Ketika telah berwarna kecokelatan, kue dikeluarkan dari cetakan dan siap disajikan.


Kue atau juedeh rangi 

Pada masa lalu, Kue Rangi cukup mudah ditemukan di berbagai kampung di wilayah Banyuasin. Kue ini sering dibuat untuk hidangan keluarga, suguhan tamu, maupun pelengkap acara-acara adat dan kegiatan kemasyarakatan. Kehadirannya menjadi bagian dari tradisi kuliner yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.


Selain rasanya yang lezat, Kue Rangi juga mencerminkan kearifan masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Tepung beras dan kelapa merupakan bahan pangan yang mudah diperoleh, sehingga dapat diolah menjadi makanan yang bernilai ekonomi sekaligus memiliki cita rasa yang khas.


Saat ini keberadaan Kue Rangi mulai jarang ditemukan dibandingkan beberapa dekade lalu. Perubahan pola konsumsi masyarakat serta semakin banyaknya makanan modern membuat kue tradisional ini tidak lagi diproduksi secara luas. Namun demikian, Kue Rangi tetap menjadi bagian penting dari warisan kuliner Banyuasin yang layak dilestarikan.


Pelestarian Kue Rangi tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan sebuah jenis makanan, tetapi juga menjaga jejak pengetahuan, tradisi, dan identitas budaya masyarakat Banyuasin. Melalui upaya dokumentasi, promosi, dan pengenalan kepada generasi muda, kue tradisional ini diharapkan tetap dikenal dan menjadi salah satu kekayaan kuliner daerah yang membanggakan (***) 

×
Berita Terbaru Update