![]() |
| Infografis Banyuasin Pos |
Ada banyak hal yang membuat masa kanak-kanak terasa begitu indah untuk dikenang. Bukan hanya permainan tradisional, suara hujan di atap seng, atau petualangan sore bersama teman-teman sekampung, tetapi juga jajanan sederhana yang dulu begitu mudah ditemukan. Salah satunya adalah Kue Monas, yang di beberapa daerah dikenal juga dengan nama Gem Rose, kue kancing, atau kue bahagia.
Bagi anak-anak era 1980-an hingga awal 2000-an, kue mungil ini hampir selalu hadir dalam berbagai suasana. Saat Lebaran, toples berisi Kue Monas sering berjejer di meja tamu bersama nastar dan kastengel. Namun bagi banyak anak, justru kue warna-warni inilah yang pertama kali dicari. Bentuknya sederhana, hanya berupa biskuit kecil dengan hiasan gula warna-warni di atasnya. Meski begitu, tampilannya yang cerah membuatnya terlihat paling menarik di antara kue-kue lainnya.
Rasanya pun khas. Bagian bawahnya renyah dan sedikit gurih, sementara hiasan gula di atasnya memberikan sentuhan manis yang membuat siapa saja ingin mengambil lagi dan lagi. Tidak jarang anak-anak memakan bagian gula berwarnanya terlebih dahulu, lalu menyusul biskuitnya. Ada pula yang memilih warna tertentu karena merasa warna merah lebih manis daripada warna hijau atau kuning, meskipun sebenarnya rasanya hampir sama.
Di banyak kampung, Kue Monas bukan hanya ditemukan saat hari raya. Warung-warung kecil sering menjualnya dalam kemasan plastik bening yang digantung bersama jajanan lainnya. Dengan uang receh yang tersimpan di saku celana, anak-anak bisa membawa pulang beberapa bungkus untuk dinikmati sambil bermain di halaman rumah atau di bawah pohon rindang.
Yang membuat kue ini begitu melekat dalam ingatan bukanlah karena rasanya yang mewah. Justru kesederhanaannya yang menjadikannya istimewa. Setiap gigitan seperti membawa kembali kenangan tentang rumah masa kecil, suara tawa saudara sepupu saat Lebaran, dan suasana sore yang terasa lebih panjang daripada sekarang.
Hingga hari ini, Kue Monas masih bisa ditemukan meskipun tidak sebanyak dulu. Kehadirannya sering membuat orang dewasa berhenti sejenak, tersenyum, lalu bercerita tentang masa kecil mereka. Sebuah kue kecil ternyata mampu menyimpan begitu banyak kenangan. Ia menjadi pengingat bahwa kebahagiaan pada masa lalu sering kali hadir dalam bentuk yang sangat sederhana.
Mungkin itulah sebabnya Kue Monas tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan. Di tengah banyaknya jajanan modern dengan bentuk dan rasa yang semakin beragam, kue kecil berwarna-warni ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati banyak orang. Ia bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari cerita masa kanak-kanak yang selalu hangat untuk dikenang kembali (***)
