-->

Notification

×

Iklan

Iklan

IHSG Terjun Bebas! Investor Panik, Bursa Indonesia Ditutup Merah Pekat Hari Ini

Selasa, 09 Juni 2026 | 18.39 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-09T11:39:25Z
Infografis Banyuasin Pos 

BANYUASIN POS – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 9 Juni 2026, berakhir dengan tekanan cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam dan menyeret mayoritas sektor ke zona merah.


Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan pasar pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup di level 6.504,47 atau turun 308,31 poin (4,52 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.


Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harian terbesar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sejak awal perdagangan, tekanan jual sudah terlihat kuat dan terus berlanjut hingga sesi kedua.


Aktivitas transaksi di pasar saham juga terbilang tinggi. Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp24,53 triliun dengan volume perdagangan lebih dari 40 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,11 juta kali transaksi.


Tekanan jual terlihat hampir merata di berbagai sektor. Saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama indeks juga tidak mampu menahan laju pelemahan pasar.


Data perdagangan menunjukkan jumlah saham yang mengalami penurunan jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Tercatat 673 saham melemah, sementara hanya 79 saham menguat dan 234 saham lainnya bergerak stagnan.


Kondisi ini menggambarkan sentimen negatif yang cukup kuat di kalangan pelaku pasar. Banyak investor memilih melakukan aksi jual untuk mengamankan aset di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.


Analis menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia, pergerakan pasar keuangan internasional, serta sikap investor yang cenderung berhati-hati menjadi faktor yang membebani pergerakan indeks.


Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati berbagai perkembangan ekonomi dalam beberapa hari ke depan. Arah kebijakan moneter, pergerakan nilai tukar rupiah, serta sentimen dari pasar global diperkirakan masih akan menjadi penentu utama pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.


Bagi investor, kondisi seperti ini umumnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi portofolio secara lebih cermat. Di tengah gejolak pasar, disiplin dalam mengelola risiko tetap menjadi kunci agar investasi dapat berjalan sesuai rencana jangka panjang (***) 

×
Berita Terbaru Update