![]() |
| Infografis Banyuasin Pos |
Banyuasin Pos – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, memberikan angin segar bagi pelaku pasar setelah beberapa waktu terakhir dibayangi tekanan jual.
Berdasarkan data yang ditampilkan pada platform TradingView, IHSG ditutup pada level 5.902,376 poin pada pukul 16.54 WIB (GMT+7). Angka tersebut naik 155,728 poin atau 2,71 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.746,648 poin.
Sejak pembukaan perdagangan, pasar langsung menunjukkan optimisme. IHSG dibuka di level 5.744,059 poin dan bergerak cukup fluktuatif sepanjang hari sebelum akhirnya mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan.
Data perdagangan menunjukkan indeks sempat menyentuh level terendah harian di 5.677,965 poin. Namun tekanan jual berhasil diredam sehingga IHSG berbalik menguat dan bahkan mencapai level tertinggi harian di 5.942,943 poin.
Kenaikan lebih dari dua persen dalam satu hari menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Penguatan ini juga memperbaiki kinerja jangka pendek IHSG yang dalam lima hari terakhir masih mencatat kenaikan tipis sekitar 0,96 persen.
Meski demikian, tekanan jangka menengah masih terlihat. Dalam rentang satu bulan terakhir, IHSG masih tercatat melemah 15,20 persen, sementara dalam enam bulan terakhir terkoreksi 31,78 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih berupaya keluar dari fase pelemahan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah pelaku pasar menilai penguatan hari ini menunjukkan mulai munculnya minat beli pada saham-saham yang sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam. Namun investor tetap diminta mencermati perkembangan ekonomi global, nilai tukar rupiah, serta sentimen eksternal yang masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar.
Meski belum cukup untuk menghapus seluruh tekanan yang terjadi sepanjang semester pertama tahun ini, lonjakan IHSG pada perdagangan hari ini setidaknya menjadi kabar baik bagi investor yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi volatilitas pasar yang tinggi (***)
