![]() |
| Infografis Banyuasin Pos |
BANYUASIN POS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis pagi, 11 Juni 2026. Berdasarkan data pasar yang ditampilkan pukul 10.33 WIB (GMT+7), kurs USD/IDR tercatat di level Rp17.950 per dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan pelemahan tipis dibanding penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.966 per dolar AS. Sepanjang sesi perdagangan pagi, pergerakan rupiah berada dalam rentang Rp17.950 hingga Rp17.966 per dolar AS.
Grafik perdagangan harian memperlihatkan pergerakan yang cenderung menurun. Pada awal sesi, kurs masih bertahan di sekitar level penutupan sebelumnya, namun kemudian bergerak turun hingga menyentuh posisi Rp17.950 per dolar AS menjelang pukul 10.30 WIB.
Meski secara harian pelemahannya relatif kecil, tren jangka pendek masih menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda. Dalam lima hari terakhir, nilai tukar USD/IDR tercatat turun sekitar 0,47 persen, sementara dalam periode satu bulan mengalami kenaikan sekitar 3,10 persen. Dalam rentang enam bulan, penguatan dolar terhadap rupiah bahkan mencapai sekitar 7,72 persen.
Situasi ini menjadi perhatian pelaku usaha dan masyarakat karena pergerakan dolar berpengaruh langsung terhadap harga barang impor, biaya produksi industri, hingga aktivitas perdagangan internasional.
Sementara itu, laporan pasar yang muncul pada waktu yang sama menyebutkan rupiah spot sempat berada di kisaran Rp17.944 per dolar AS, menandakan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlangsung pada awal perdagangan hari ini.
Pelaku pasar kini menanti berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa jam ke depan, termasuk perkembangan ekonomi Amerika Serikat, kebijakan suku bunga, serta arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia (***)
